Rabu, 19 Februari 2014

Di Penghujung Senja


Di penghujung senja aku duduk sendiri di depan laptop ini
Menanti maghrib yang akan mendatangi
Aku sedang menulis
Sementara hatiku sedang tak ingin menulis


Sore ini tak seperti di pantai
Hanya suara mesin-mesin yang terus bergemuruh
Kemanakah suara burung
Kemanakah suara anak kecil yang berkejaran
Mengapa semua ini berubah
Mengapa

Terlebih lagi ketika petang dijadikan tempat mencari nafkah
Di sebuah sarang penuh kenikmatan palsu
Adzan isyak berkumandang hingga tiga jam kemudian
Sepi mulai menyelimuti
Mulailah muncul merpati merpati yang tadinya suci
Mencabuti bulu bulu kesuciannya

Di penghujung senja aku berdoa
Supaya malamku terhindar dari itu semua
Baik dari si api yang mengusik hati atau si tanah yang mengusik pandangan mata
Si api dan si tanah yang kelam


0 komentar:

Posting Komentar

© Tulisan Tanpa Inspirasi 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis